Saya ingin mencapai 70 Kg

Posts tagged ‘tenaga kerja’

Nasihat untuk mahasiswa IT tingkat akhir

Dan akhirnya saya pun sudah 6 bulan menjadi expatriat dan terjun ke dalam perbudakan IT di Kuwait. *congratsnya mana ?*

Menganggapi puluhan komentar, ribuan email, dan jutaan sms respon tulisan saya minggu lalu. Terutama sobat-sobat mahasiswa dari kampus tercinta.

Numpang lewat ya..numpang kasih komen juga..
baca postingan ni, dari link yang ada di postingannya kak agung,,
kalo mahasiswa lama IT ada nasihatnya ga?
salam kenal..

Akhirnya saya refleksi, berpikir keras, mencoba membagi, sok-sok menuliskan beberapa nasihat untuk mahasiswa yang sebentar lagi turun ke dalam perbudakan IT.
(more…)

Bangladesh Workers Agitate Over Poor Pay

Saya dengar dari Mizan dan Ali, 4 hari yang lalu terjadi bentrokan antara polisi kuwait dan pekerja dari tenaga kerja bangladesh. 16 luka-luka, 60 orang ditangkap. Ada apa ya ribut-ribut?

Pekerja dari bangladesh ini dijanjikan gaji 40 KD sebelum datang ke Kuwait, namun ternyata sampai disini hanya mendapatkan 18 KD di tangan. Perusahaan mengambil sisa 22 KD, katanya untuk biaya tempat tinggal dan kesehatan. Tidak ada libur mingguan untuk sebagian besar dari mereka, bahkan tak ada cuti sampai 2 tahun. Sangat jelas, mereka kena tipu menjadi korban dari perjanjian kerja antara Perusahaan dan agen tenaga kerja mereka.

Bukan yang pertama kalinya, sekitar 2000 orang demonstrasi minta gaji lebih besar layak. ketemu polisi. ada yang kena pukul. Akhirnya, kacau. 16 luka-luka, 60 orang ditangkap, 300 orang dipulangkan begitu saja, sisanya kerja seperti biasa.
(more…)

Bahasa menjadi masalah tenaga kerja Indonesia

Di negara sendiri, jumlah kuwaiti tidak lebih banyak dari pencari dinar dari luar negeri (baca:expatriat). Yang mendominasi expatriat disini adalah India, bangladesh, pakistan, mesir. Indonesia sedikit, itu pun bekerja di rumah. Banyak yang masih baru seperti saya, ada juga yang sudah belasan tahun mengeruk dinar di sini sampai mukenye berubah jadi onta.


Expatriat yang bekerja disini tidak harus adalah yang memiliki skill terbaik di negaranya dan tidak selalu mendapatkan pekerjaan yang wah disini (bandingkan dengan expat di Indonesia yang skillnya segitu, tapi gajinya lebih banyak). Ada supir, salesman, programmer, dokter, pengacara, pendeta, pedagang kaki lima, dll. Hampir semua jenis pekerjaan dilakoni oleh expatriat di Kuwait. Oleh sebab itu, saya jarang sekali berhadapan langsung dengan orang kuwait asli kecuali bos.

3 analisa sederhana yang saya peroleh dari teman-teman disini mengapa orang kuwait lebih suka mempekerjakan expatriat dibandingkan orang kuwait sendiri:
1. Gaji lebih murah.
2. Kemauan bekerja lebih besar.
3. Lebih patuh
(more…)

Tag Cloud