Saya ingin mencapai 70 Kg

Archive for May, 2010

ngeblog hari ke-11: Sibuk

duh, sibuk banget nih. gak sempet mikir buat ngeblog.

ngeblog hari ke-10: Street Legends

Street Legends adalah tim street soccer yang berasal dari Belanda. Pentolannya, Edgar Davids, siapa yang tidak kenal?
Pagi ini youtube-walking dan ketemu perjalanan mereka dari Amsterdam menuju South Africa.

they claim they are the best street soccer team in the world. so that anyone who disagree, go challenge them 🙂

ngeblog hari ke-9: Mourinho ke Real Madrid?

Sebelum Inter Milan meraih treble, Jose Mourinho bukanlah pelatih favorit buat saya. Salah satu kriteria pelatih favorit saya adalah tidak songong. Tapi kayaknya saya yang kolot, kriteria terakhir harus saya hapus karena saya melihat sifat songong ini adalah kelebihan dan terkadang menjadi cara yang dipakai beliau untuk menyemangati anak asuhnya. Treble adalah bukti nyata, saya harus mengakui itu.

Bukan hanya mulai kagum, saya berharap beliau melatih Manchester United suatu saat nanti ketika Sir Alex mundur. Namun saat ini katanya dia ingin menaklukkan Spanyol, isunya adalah ke Real Madrid. Hmh, dengan skuad sehebat Real Madrid sekarang, sepertinya sangat mungkin bagi Jose Mourinho untuk meraih treble lagi, bahkan musim depan.

My history as a manager cannot be compared with Frank Rijkaard’s history. He has zero trophies and I have a lot of them…

ngeblog hari ke-8: beberapa update gak penting

  • bangun telat, jam 8 lewat baru siap-siap mandi.
  • di kantor gak ada kerjaan akhirnya coba-coba Visual Studio 2010. Masih trial sih, semoga dibeliin kantor
  • jam 2 pergi ke klinik dental karena harus tambal gigi permanen 1 minggu setelah root canal
  • karena cepet selesainya, jam 4 sudah makan siang di rumah

ngeblog hari ke-7: Polusi di bus

Bus adalah pilihan transportasi yang ekonomis untuk saya dan hampir semua orang yang gak punya kendaraan pribadi. Selama saya di sini rasanya suasana bus cukup aman, karena tidak pernah mendengar ada kasus pencopetan di dalam bus. Selain aman, pelayanannya gak jelek-jelek amat, tidak pernah saya lihat bus ngetem selain di terminal bus dan halte khusus untuk pemeriksaan tiket oleh petugas berseragam.

Kekurangan dari bus di sini adalah 2 jenis polusi sbb:

Polusi aroma

Kemarin sore juga saya pulang naik bus. Biasanya kalau bus terlihat penuh, saya skip saja menunggu bus berikutnya yang akhirnya datang semenit kemudian, bus yang cukup sepi penumpang. Saya cukup niat milih bus yang sepi, karena sering berdempetan dengan orang yang aromanya berbagai macam. Kalau bukan aroma bawang, biasanya ada aroma asin.

Biasanya, kuli bangunan yang bekerja di Al Hamra Tower naik bus ini untuk pulang bergerombol. Saya pernah pulang bareng mereka di bus yang kecil, penuh dan kebetulan mereka duduk tepat di depan kursi saya, aromanya seperti menempel di hidung.

Polusi suara

Selain polusi aroma, juga ada polusi suara. Polusi suara ini terbagi dalam 2 jenis: suara musik dan suara orang menelepon.

Saya masih maklum dengan orang yang mesti nyetel lagu kenceng-kenceng dari gadget nokia mereka. Mungkin, ketinggalan bawa headset atau memang berniat masang kenceng supaya seluruh penumpang ikut menikmati bersama. Sayangnya, saya gak pernah tertarik dengan lagu indiahe ataupun keroncong arab.

Yang saya sungguh sebal adalah kemarin. Ada satu bapak dari negeri piramida, dan satu lagi dari negeri bawang, ngomong di telepon keras-keras padahal hp sudah hampir nempel di mulut. Dua orang ini sampai membuat semua orang yang di depan menengok ke belakang mengira mereka lagi berantem. Karena gak bisa marah secara langsung, salah satu penumpang sempat ngomel via twitter.

Herman, kenapa sih kalau nelepon mesti RT ke semua kuping?

ngeblog hari ke-6: Hazy sunshine

Pagi ini Kuwait seperti terkubur di dalam selimut debu yang walaupun tidak terlalu tebal, namun sudah sangat menyebalkan. Kita biasanya menyebut hujan debu, weather widget di HTC Hero saya menyebutnya Hazy Sunshine.

Cuaca termasuk hal yang paling menyebalkan bagi saya selama di Kuwait. Sering saya berandai-andai, cuaca Kuwait yang adem seperti kampung kakek saya di Laguboti, udaranya segar dan pemandangan yang hijau. Ah, sudahlah..

Sapa suru datang Jakarta Kuwait..
Sapa suru datang Jakarta Kuwait..
Sandiri suka, sandiri rasa
Eh doe sayang

Foto yang diambil dari jendela

(more…)

hari ke-lima: Root Canal

Sekitar sebulan yang lalu, saya mengalami sakit gigi yang cukup menyiksa. Akhirnya besok paginya sebelum ngantor, saya datang ke Rawda Clinic bagian dental. Rupanya sebelum menambal, dokter gigi perlu memeriksa seberapa dalam lubangnya. Karena apabila cukup dalam, dan ternyata lubang sumber rasa sakit itu memang dalam, perlu dilakukan tindakan yang disebut Root Canal.

Proses

Root Canal adalah salah satu tindakan yang memerlukan keterampilan tinggi dan konsentrasi penuh. Hanya dokter gigi spesialis (endodontic specialist) yang memiliki license untuk melakukan tindakan ini. Karena tidak ada dokter gigi spesialis di Rawda Clinic, mereka mengirimkan saya ke Bneid Al Gar Dental Clinic. Namun sebelum saya ke Bneid Al Gar, dokter klinik harus memeriksa gigi sekitarnya apabila terdapat rasa sakit di gigi yang lain yang tentu mengganggu proses Root Canal.

Dan ternyata 3 lubang lain ditemukan, dan ditambal 🙂

Sebulan penuh saya bolak-balik klinik, sampai semua persiapan selesai sehingga dokter spesialis tinggal melakukan tindakan yang sulit-sulit saja.

Mahal?

Untungnya biaya klinik cukup murah. Hanya dengan 1 KD per visit, saya bisa dapat obat, tindakan dokter, x-ray. Saya sudah 3 kali ke klinik, artinya 3 KD yang keluar.

Biaya di Bneid Al Gar Dental Clinic beda lagi tapi tetep murah. Cuma 2 KD, terserah berapa kali visit asal dengan kasus yang sama. dua kali lagi melakukan x-ray: sebelum tindakan dan setelah tindakan.

Total biaya yang keluar dari kantong, tidak termasuk ongkos taksi, adalah 6 KD (hampir 200 ribu). That’s a very good deal, huh? 😀

Tag Cloud