Saya ingin mencapai 70 Kg

Intan Berduri

Ga ada angin ga ada hujan ga ada ojek, 3 hari yang lalu om Indra menyuguhkan film alm. Benyamin : Intan Berduri. Masih ingat Film dimana Jamal (Benyamin) menemukan Intan di kali dan mendadak menjadi seorang kaya raya?

Sewaktu film itu keluar, saya masih sangat kecil (atau mungkin saya yang belum keluar). Yang jelas ketika saya masih kecil menonton Intan Berduri, saya tidak ketawa terpingkal seperti saat sekarang. Waktu kecil saya terlalu serius dibodohi oleh Ksatria Baja Hitam Rx, dan saya ingat waktu itu saya mengalami kekecewaan yang amat dalam ketika serial bodoh baja hitam itu sudah digantikan tayangan bodoh lainnya.

Saya terpingkal. Entah terhibur oleh kenangan masa kecil atau memang tiada hiburan yang lebih baik lagi di Kuwait, saya mendapati diri terpingkal-pingkal oleh kekonyolan almarhum di film tersebut. Tetangga yang sebelumnya tak peduli kini menjadi sering bertamu ke rumah mereka, hanya demi mencicipi biskuit khongguan dan berbotol air soda. Konyolnya pengacara mereka yang sekaligus mengajarkan kepribadian orang kaya kepada mereka. Yang bernama Max Syad (baca: Maksiat) S.Kom (gelar es-kom ketika itu belum menjamur seperti saat ini, jadi menyebutkannya harus tegas dan jelas)

Sewaktu kecil, Benyamin sama saja seperti Bagio, Dono Kasino Indro, Ateng & Iskak. Membosankan, tapi tidak ada pilihan banyak karena orangtua dan tetangga suka nimbrung nonton acara mereka. Sekarang saya sadar betapa lucunya pandangan Benyamin tentang kehidupan, begitu juga sadar betapa bokepnya tayangan Dono Kasino Indro yang sering ke pantai itu.

Dono: “Bagaimana kalau kita ke pantai saja, jemput cewek-cewek”
Kasino: “Kalau gitu sekarang kita jalan, mek!

Harap maklum, itulah keterbatasan saya sewaktu kecil dalam membuat review film.

Setelah cek ricek maricek, saya mendapati film itu di youtube. silakan cek ke sana tapi jangan lupa komentar anda tentang film itu ya.

Advertisements

Comments on: "Intan Berduri" (5)

  1. Danang Pramudya said:

    hooo,,, lo jadi TKI di Kuwait sekarang, Ndra?? Wah hebat.. hehehehe… kalo mau balik ke Jakarta bilang-bilang ya.. biar gw bisa mesen oleh2 dulu. :p

    btw, gw nonton IB udah berkali-kali (3x rasanya). Pertama pas gue masih kecil banget (7 tahun rasanya). Gue dari dulu udah seneng sama film2nya alm. Babe. Dan IB is my favorite one.. filmnya sarat moral..

  2. kayaknya gw tau nih..
    yang dia nyimpen intannya kan? karena intannya masih muda..
    eh ternyata intannya gagal panen xD

    itu gw suka tuh..masih inget sampe sekarang xD

  3. aku belum pernah nonton film itu, kalau aksesnya lancar tak coba lihat di youtube

    salam

  4. Di film ini Benyamin mendapat Piala Citra, kalo nggak salah. Dia main rada serius, jadi orang “cacat mental” gitu kan ya?

  5. Prono Pratiata said:

    The best movie ever for Bang Ben, die ngegondol Piala Citra-nya kedua sebagai aktor terbaik (setelah yang pertamanya di film Doel anak betawi).

    Gw sempet curiga sama Fraok Afero (yg jd pengacaranya), gw pikir intannya di tuker. Ceritanya bener2 penuh sarat akan moral dan gw suka sama jalan ceritanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: