Saya ingin mencapai 70 Kg

Bangunan di Kuwait bentuknya kotak-kotak. Warnanya kebanyakan adalah warna debu atau warna pasir. Entah itu warna asli bangunan atau bukan ya?

Jalanan di Kuwait tidak semacet Jakarta, walaupun terkadang macet juga katanya. Pengendara di Kuwait banyak yang gila, menurut cerita teman dan kadang saya lihat sendiri. Terutama kalau masih muda bawa mobil mahal gila, ngebut kayak anak setan gila. Saya 3 kali lebih hati-hati di sini untuk menyeberang, baik jalanan rame maupun sepi.

Sopir taksi maupun bus di Kuwait, kebanyakan adalah Bangladesh. Begitu pun penumpang bus, tukang bersih-bersih jalanan, satpam, cleaning service bahkan office boy di kantor pun orang bangladesh. Setiap hari saya naik taksi ketemu. naik bus ketemu. Jalan kaki ketemu. Lewatin hotel ketemu. Masuk pintu gedung kantor ketemu. Gedung kantor dibersihin, ketemu. Bahkan, hampir tiap hari denger orang Bangladesh ‘bernyanyi’: “Kana sona, kana sona, orkamne” yang artinya: “Makan tidur, makan tidur, nganggur”

Kalau lagi macet di jalan, biasanya penumpang bus pada nengok ke samping. Mencari seorang wanita untuk dilihat. Pernah saya dari bus merhatiin seorang wanita di mobilnya, cantik. Lalu saya istirahat sebentar sambil ngelihat ke belakang penasaran. Eh bener… semua arab di belakang ternyata gak ada yang absen toh, kepalanya nengok ke samping semua, sebagian cuma matanya doang. Mungkin gak ada yang merhatiin kalau gw lagi nengok ke belakang.

Eh tapi kalau ada yang ngelihatnya ke saya, saya malah takut. Kemungkinan besar itu orang homo. Apalagi kalau dari Mesir, katanyaaa…. banyak orang mesir yang homo.

Wanita itu adalah makhluk yang penting untuk dilihat. Bukan maksud saya ingin mengekspoitasi kecantikan wanita demi sebuah fantasi, tapi mereka memang sejuk di mata, walaupun gak semuanya sejuk di hati. Setidaknya, stress saya hilang sejenak, lupa kalau di Kuwait gak ada keajaiban dunia kayak di Indonesia.

Itulah yang membuat saya agak sedikit bosan tinggal di Kuwait, cuma bisa ngelihat
Bangunan, Jalanan dan Banggali tiap hari.

Rasanya ingin pulang, ketemu bidadari cantik di Jakarta. Gak apa-apa deh balik lagi jadi tukang ojek gratisan 😀

Advertisements

Comments on: "Bangunan, Jalanan, Banggali" (3)

  1. wah, wah, curhat-mu tentang Kuwait kok sedikit menyedihkan.

  2. […] Peribahasa pelanggan bus jakarta Di DKI Jakarta, ada peribahasa: sekali mendayung, dua tiga pengamen terlampaui. Khususnya bagi pelanggan bus jakarta atau bandung. Pengamen ada di setiap sudut Jakarta sama seperti banggali ada di setiap sudut negara Kuwait. […]

  3. Kayaknya perlu posting soal wanita2 di sana? Jadi penasaran maksudnya gimana? hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: