Saya ingin mencapai 70 Kg

Front, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya bagian muka atau bagian depan.
Jika kita menambahkan ‘Line’, menjadi ‘Front Line’ yang dapat diartikan ‘barisan depan’. Istilah ‘Front Line’ ini biasanya digunakan dalam peperangan.

Mengapa orang-orang bangga dan ingin menjadi ‘Front’?
Menjadi orang-orang yang berdiri di bagian depan pastilah memiliki keistimewaan tertentu, minimal adalah keberanian untuk tampil di depan. Tapi kalau hanya ingin masuk TV atau Koran sekaligus ingin menjadi bahan tertawaan, mending tampil di acara Empat Mata saja.

Kalau Mas Anang bilang : Nggak asik aja gitu lo.

Menjadi pembela negara misalnya, semua orang wajib membela negara. Menjadi pembela keluarga, semua anggota keluarga wajib melakukannya. Dimana pun kita berada, kita wajib membela apa yang kita anggap benar.

Tapi lain halnya jika menjadi Frontliner.
Jika ingin dipercaya oleh sekolah dalam Olimpiade Fisika, tentu kita harus lebih pintar dari murid yang lain. Jika ingin menjadi utusan perusahaan, tentu perusahaan yang menunjuk kita. Jika tidak, itu namanya ngaku-ngaku utusan.

Menjadi pembela itu wajib, tapi menjadi yang terdepan? Eits.. entar dulu. kata ‘Front’ itu cukup berat untuk dibawa-bawa seenak jidat.

Contoh yang tidak benar:
Front Pembela Institusi.
Tetapi,
Tidak diangkat secara resmi oleh Institusi.
Tidak mengerti, apalagi menyebarkan pandangan Institusi.
Bukanlah orang-orang yang terpilih, tetapi memilih dirinya sendiri.
Kurang (jika tidak ingin dikatakan belum) pembinaan dari Institusi, alias Kurang Ajar.
Kurang dewasa, cepat dibakar emosi, membahayakan.
Bikin malu aja kerjanya.

Nah, Lebih baik diganti saja namanya menjadi Front Premanisme Ikut-ikutan.

Advertisements

Comments on: "Front Premanisme Ikut-ikutan" (5)

  1. jaga jarak dahulu, makan duren kemudian

    titip pertamax dahulu, taruh komen kemudian

  2. Makan duren belum kenyang, sudah mabuk duluan

    Komen belum datang, sudah masuk balasan.

  3. Makan Durennya Udahan, sekarang minum Coca-Cola

    FPI sudah waktunya dibubarkan, mari lakukan segera!

  4. Ada keributan apa ini? bubar-bubar!! gyahahah 😀

  5. frustasi said:

    ya FPI untuk sebagian orang INDONESIA perl diBUBARkan, tetapidalam era demokrasi sebagian lain dari orang ENDONESAPI FPI perlu dilestarikan, agar kelestarian :
    – suku-suku primitif (bani) Timur Tengah terjaga
    – perdagangan senjata oleh suku AMERIKA
    – biaya hidup HABIB ala nabi (kawin banyak kayak kucing)

    Pilihan berada di ANDA : mau jadi……
    + bangsa beradab atau biadab
    + jangkrik aduan atau merpati perdamaian
    + mau jadi manusia bijaksana atau kucing kawin dimana-mana

    Apapun pilihannya pasti sukses asal dipilih dengan hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: