Saya ingin mencapai 70 Kg

Archive for November, 2007

Hari terakhir di Malang.

Hari ini adalah hari terakhir gw di Malang, karena nanti sore gw harus pulang duluan ke Jakarta. Ada keperluan persiapan Natal Sekolah Minggu di gereja. Dan gw akan pulang dengan maskapai penerbangan yang sama. Tapi gw gak khawatir. Kalau lepas landas, gw yakin gak ada masalah.

Walaupun tidak lama di Malang, berikut ini gw berikan pendapat gw tentang kota ini.

Transportasi.
Dari obrolan gw dan supir taksi disana, di tengah kota ini sering macet juga. Terutama jalur utama kota Malang yang selalu padat.
Walaupun, macetnya Jakarta tetap tidak terkalahkan.
Di daerah karanglo, ketertiban lalu lintas lebih baik dari Jakarta. Lampu merah, langsung berhenti. Tapi kalau lurus (tidak belok kanan), jalan terus. Terkadang gw dan teman-teman sulit menyebrang jalan raya gara-gara ini. Kendaraan yang lurus terus, tidak menurunkan kecepatannya melihat kita mau menyeberang.
Taksi tidak berebutan kayak Jakarta. Bahkan, gw harus sabar menunggu taksi waktu mau keluar dari bandara. Di Hotel pun, Taksi harus ditelpon dulu, baru deh nongol. Hal ini disebabkan karena kota Malang yang kecil dan terjangkau dalam hitungan menit.
Tapi walaupun kota Malang ini kecil, bayar taksi minimal 20 ribu walaupun argo belum nyampe 10ribu sekalipun. Maklum, ngejar setoran.

Hotel.
Gw menginap di Hotel Trio Indah. Disini, hotel penuh sampai bulan desember. Makanya, gw gak dapet kamar baru dan akhirnya gabung sama temen kantor yang udah hampir sebulan di Malang.
Tiba-tiba hari ini kamar gw pindah dari kamar 218 ke kamar 210 dengan alasan kamar tersebut sudah dibooking orang untuk hari ini. Agak bingung juga sedikit gara2 kondisi kamar 218 dan 210 itu sama. Kenapa mereka gak masuk kamar 210 saja.!?
Room rate di Hotel ini sekitar 300 ribu. Murah atau tidaknya, itu urusan masing-masing.
Resepsionis disini cukup ramah. Bell boy juga aman dan bersahabat.

Makanan.
Sayang sekali gw belum sempat wisata kuliner di Malang. Makanan yang sudah saya cicipi hanyalah yang nongkrong di sekitar PT. Bentoel Prima: nasi goreng pedas, burger gaul, nasi padang tapi khas Malang (ah elah), dan sate kambing. –> Mak Nyos!

Kerjaan.
Apa yang gw lakukan disini?
Deployment sistem yang kami buat untuk PT. Bentoel Prima.
Aplikasi apa namanya?
Mobile Distribution.
Apa itu?
Semacam aplikasi distribusi yang diimplementasikan pada PDA untuk menunjang Salesman dan Supervisor bekerja secara mobile. Bahkan, bisa update status distribusi internal pake GPRS.
GO LIVE
Suasana kerja.
Kemarin gw pulang dari PT. Bentoel Prima sekitar jam 1 pagi. Sekarang pun begitu. Untuk melakukan persiapan GO LIVE di rumah klien, capek gila dah. Apalagi klien merasa ada yang kurang dengan pekerjaan kita.
PT. Bentoel, klien company gw, punya budaya sendiri di kantornya. Dimanapun, anda bebas merokok karena kita ini jualan rokok. Lumayanlah untuk menambah Sales Volume bulan ini. Eh.. bukan deng, karena kadang-kadang bos gw minta rokok gratisan, anggap aja promosi.
Karyawan disini bisa kelihatan tingkatannya dari seragam yang dia pakai. Semakin gelap seragam, semakin tinggi jabatannya. Kalau seragam sudah warna hitam, itu artinya dia sudah di level manager. Tapi, Office Boy disana seragamnya juga hitam.
Wah.. gawat juga kalau kita salah nebak yang mana OB, yang mana manajer. hehehe…
Gw denger-denger, penjualan mereka sampai 32 Miliar loh per hari. yaa.. kira-kira 50 juta perokok di Indonesia, membeli masing-masing 2 bungkus rokok.

Apakah saya puas dengan pekerjaan ini?
Pertanyaan yang sulit. gw bingung mau bilang apa.
Mungkin kalau tidak puas, karena potongan kue yang gw dapet kurang cocok rasanya.
Tapi, kemarin pagi pas mau nyebrang jalan habis beli sikat gigi, ada Van rokok Country lewat (Bentoel punya) dan salah seorang yang duduk di depan, saya duga salesman, memegang PDA dan menunjukkan sesuatu pada temannya: It is BOS .Net Mobile Distribution.

Sekian informasi kurang berguna dari saya.

Advertisements

Penerbangan pertama gw.

Malu aku malu, umurku sudah 22 tahun tetapi baru hari ini aku mencoba perjalanan dengan pesawat terbang. maklumlah, orang miskin. kalau bukan company yang bayarin, mana punya duit. company suruh aku ke perusahaan client di Malang, dan keberangkatan jam 1 siang dengan Sriwijaya.
Sriwijaya

Gw memang sudah punya feeling gak enak dari awal. Bukan nakut-nakutin diri sendiri, tapi mungkin juga karena penerbangan ini pertama buat gw. Entah karena grogi atau apa.

Dari mulai pesawat ini mulai naik, gw udah mulai dikejutkan. Getaran pada kapal ini membuat gw memikirkan menit2 berikutnya diudara. pertanyaan yang sering muncul dikepala gw adalah:
“APAKAH INI NORMAL?”
Karena gw lihat sekeliling gw sedang ngobrol asik, becanda, tiduran, pokoknya tidak mengkhawatirkan apapun. gw pun jadi lebih tenang, dan perjalanan sampai di Malang terasa mengasyikkan.
Sang pramugari mengumumkan tata cara pemakaian seat belt, kabel oksigen, pelampung dsb.
lalu mereka menyediakan permen, makanan, minuman dan bacaan. membuat gw melupakan bahwa gw sedang berada diatas awan. dan pikiran-pikiran buruk tentang kecelakaan di udara.
sampai akhirnya mereka mengumumkan bahwa beberapa menit lagi pesawat akan mendarat.

Saat pesawat mendarat, ada sedikit goncangan lagi. sedikit, entah, tapi menurutku sih sedikit karena reaksi orang-orang di sekelilingku masih biasa saja. kalau ada yang terlihat agak kaget, aku anggap dia juga pertama kalinya terbang dengan pesawat.
Setelah itu ada goncangan lagi, lagi dan lagi. mungkin karena sedang menabrak awan atau beberapa angin. awalnya kupikir bahwa proses pendaratan memang begitu. pesawat sepertinya harus oleng dulu, baru bisa mendarat.
setelah itu barulah aku merasa jatuh bebas diatas kursiku. DAMN! gw kaget banget tapi gak mau berteriak takut dikira norak.
takut juga rasa takut ini tertular ke semua orang dan menciptakan kepanikan lokal.
Untung itu hanya terjadi sekitar 2 detik.
Secara logika memang tidak masuk akal kalau sang pilot sengaja turun seperti itu untuk mempercepat pendaratan. ajegile!
Kalau gitu itu namanya apa?
“APAKAH INI NORMAL?”
Gw masih melihat bule (USA) disamping gw dengan tenang bercerita dan melucu dengan cewek Filipina disampingnya.

Ok. gw anggap ini normal. walaupun bos gw dipojok udah mengkerut dahinya.

DAMN! Jatuh bebas lagi! Jantung gw berdegup. Kali ini goncangan-goncangannya lebih kenceng. Kayaknya pesawat ini nabrak awan putih yang besar, soalnya gw lihat di jendela dari depan ke belakang: PUTIH SEMUA TERTUTUP AWAN.
Ini artinya pilot gw pun cuma bisa mengandalkan koordinat plus feeling.
Parameter gw untuk menjawab pertanyaan gw: “APAKAH INI NORMAL?” dijawab oleh bos gw.
“Ini udah gak normal nih. biasanya gak kayak begini nih..”

Dan tiba-tiba gw merasa posisi pesawat berubah drastis. gw asal nebak aja kalau pesawat ini sedang naik ke atas lagi dan tidak memaksakan diri untuk mendarat. Ini lebih baik, kembali gw melihat awan-awan yang indah dari tempat yang begitu tinggi. dan dugaan gw benar, pesawat ini buru-buru naik ke atas untuk menghindari gunung-gunung yang tak terlihat di sekitar landasan udara Abdurahman TNI-AU.

Ternyata gw sadar bahwa pesawat ini telah berusaha turun ke bawah, namun menabrak awan putih tebal yang menggoncang-goncangkannya, akhirnya naik juga keatas. Pesawat kami mengalah demi menang kepada awan tebal itu. Dan gw hanya berdoa supaya pilot tidak coba-coba turun lagi sebelum keadaan dibawah benar-benar membaik. atau nyawa puluhan penumpang menjadi taruhan dan siap dicetak dalam surat kabar, juga di http://detik.com/.

Pesawat berputar, rasanya sih begitu, sebab gw merasa posisi pesawat agak berubah. Mungkin ia membatalkan pendaratan di Malang dan beralih ke Surabaya. Kalau benar begitu, itu lebih baik. Dan saat ini Bos gw, yang sering bepergian dengan pesawat, sedang komat-kamit berdoa. Di dalam pikiran bos gw saat itu, ia mengharapkan pesawat beralih ke Surabaya saja.

Tetapi harapan kita tidak terwujud. Sekali lagi gw merasa pesawat ini sedang berusaha turun, dan kami pun mengalami hal serupa, tapi 2 kali lebih menyeramkan. goncangan. lebih keras. goncangan lagi. kini bukan hanya awan putih, tetapi pesawat kami menabrak awan mendung. dari kaca yang kulihat, dari depan kebelakang: GELAP. Tiba-tiba semua penumpang MELONCAT dari tempat duduknya masing-masing. barang-barang yang tak tertahan pun pada jatuh. Sekali lagi, untung saja hal itu hanya terjadi sekitar 2 detik. Lebih dari itu, tidak baik untuk jantung kami semua.

Pesawat tidak hentinya berayun-ayun. GW SERIUS, INI PESAWAT SEDANG BERAYUN-AYUN KE KANAN DAN KE KIRI. Sepertinya, si pilot sedang berusaha sekuat tenaga menjaga keseimbangan pesawat ini. Waduuh, bos gw semakin tegang. Gw pun berusaha menenangkan diri dengan memegangi kursi depan. Bule USA yang berisik disamping gw pun sedang diam saat itu. tidak ada yang bicara. tidak ada suara. semua sedang menunggu apakah yang akan terjadi kemudian. dan keadaan ini menjadi sebuah moment dimana gw berusaha mengakui semua dosa-dosa gw. minta ampun kepada Allah atas apa yang gw lakuin selama ini. Hanya saja gw gak bisa membayangkan tangisan orangtua gw, nyokap gw terutama, pacar gw, sahabat2 gw.
Dan ini adalah saat gw MEMINTA pertolongan dari TUHAN. Dan gw bernazar. gw menjanjikan TUHAN satu hal, gw akan lakukan itu untuk TUHAN. pasti. tapi karena nazar gw pribadi dengan TUHAN, tidak akan gw publikasikan disini.
Dan barulah saat itu gw berusaha untuk memasrahkan hidup dan mati gw di tangan TUHAN saja. Gw berusaha bersikap sebagai seseorang yang memiliki TUHAN. Dan memang begitu adanya.
“Sudah cukup TUHAN. goncangan ini sudah cukup menggoncangkan hatiku TUHAN. aku akan lakukan hal itu bagiMu Allah.”

Entah, mungkin terdengar seperti menyogok TUHAN. Tapi bagi gw, TUHAN sedang menegur gw dengan begitu KERAS.

Beberapa saat kemudian, untuk kali yang kedua pesawat ini buru-buru naik. Memang tidak ada pilihan lain bagi pilot ‘buta’, kecuali naik ke atas agar dapat melihat. Gw mulai agak lega. Sebenarnya, sejak gw mengucapkan nazar gw dalam hati, gw pun sudah agak lega walaupun keadaan begitu rupa. Entah lega, entah suatu kepasrahan hidup. Gw mempercayakan hidup gw kepada TUHAN saat itu.

Masih ingat? sang pramugari mengakatakan bahwa dalam beberapa menit pesawat akan mendarat. Tetapi ini sudah lebih dari setengah jam. bukan cuma 5 atau 10 menit pendaratan normal. 2 kali percobaan pendaratan gagal, dan ini adalah kali ketiga.

Dan akhirnya, sekali lagi pesawat ini berputar dibawah awan-awan hitam yang luas. semakin dekat ke tanah.
Di jendela kanan gw, pohon-pohon kelapa yang cukup jelas terlihat. di jendela kiri gw, cuma awan. YUP! itu artinya pesawat ini sedang miring begitu rupa sehingga hanya satu bagian jendela mampu melihat ke bawah, dan yang lainnya melihat ke atas.
GUNUNG! gw baru sadar kalau itu adalah gunung ketika gw melihat ke sekeliling di jendela kanan gw. Entah pesawat ini sedang mengitari gunung (bodohnya) atau sedang MENGHINDARI SEBUAH GUNUNG. gw gak tau. yang penting saat ini pemandangan di jendela semakin membaik. dan gw berkata pelan kepada RIdwan di samping dan bos gw yang dipojok: It’s clear.

Dan setelah itulah, gw sadar pesawat sedang turun dengan mulus. akhirnya kami tiba dengan selamat.
Bos gw cuman bilang: “Dari sekian banyak gw bepergian pake pesawat. jujur, kali ini yang gw paling takut.”

Bos gw penasaran dan akhirnya bertanya kepada pramugarinya sembari keluar pesawat : “Ini masih normal gak, mbak?”
Ia menjawab sederhana dan masuk akal buat gw: “Tidak, pak. Biasanya tidak seperti ini.”
Tetapi ditambah becandaan: “Tapi di bagian belakang, tornadonya terasa banget ya, pak.”
hehehe.. kamu pikir ini Dufan apah!?

Bener tuh, cuaca lagi kurang bagus. Kayaknya tadi hujan cukup deras. sekarang sudah reda.

Gw masih shock, Bos gw menenangkan gw dengan candaan2nya. Beberapa penumpang juga masih. Ada beberapa orang membicarakan keadaan dipesawat. Ada bule lagi asik bercerita sama orang2 lokal di sana. Ada juga mbak-mbak cerita “…… sampe loncat ….”

Akhir kata, kita pun ke kantor bentoel naik taksi. Bos gw masih penasaran, dia tanya ke supirnya.
“Kalau di Malang, cuaca begini masih normal gak ya?”
Dan dia langsung jawab “Enggak, pak. ini sudah gak normal. Tadi saja ada pesawat Sriwijaya Air sampe 2 kali muter-muter baru bisa mendarat.”
langsung saja gw dan bos gw respon : “Nah, itu kita lagi di dalem, pak.”

Ohhh.. ternyata keadaan geografis di Malang memang tidak cocok untuk mendarat. banyak gunung, awan hujan juga jadi banyak. Itulah sebabnya 2 kali pesawat Mandala bisa nyungsep di Malang.

Lain kali, sebelum bepergian pakai pesawat, cek dulu di googlemap landasan udaranya. Jika ditempat banyak gunung: BAHAYA. Jika dekat laut: AMAN. Ohh.. pantesan Bandara Soekarno-Hatta pindah dari Halim.

Fuih.. sekali lagi, Terima kasih TUHAN.

Top Skor of the Week

Computer Science League, event olahraga terbesar di kampus Fasilkom UI, sudah berlangsung selama 4 minggu.
peserta kompetisi ini ada 22 tim yang terbagi ke dalam 2 grup.
tim gw, 3309 FC , terdiri dari Hafiz, gw, Fuady, Renggo, Wisnu, Bacup, Adun dan Kresna.
Sedangkan Alit membantu di sisi lapangan untuk merekam pertandingan yang berlangsung selama 2 x 25 menit.

Kalau pada pertandingan kemarin melawan tim Bram dkk gw cuma bisa hattrick, hari ini gw cetak 5 gol sekaligus. Jumlah 8 Gol akhirnya bisa membawa gw di puncak top skor sementara minggu ini bersama Hafiz dan Chandra.

lagi males nih. jadi video gol2 gw kapan2 aja deh gw upload di youtube.

Servis pertama

Logo AHASS Setelah menempuh lebih dari 600 KM, akhirnya motorku masuk bengkel juga untuk servis pertamanya.
Honda memberikan 3 kali kesempatan servis dan ganti oli gratis.
selanjutnya, 2 kali servis gratis tanpa ganti oli.

Motor gw akan masuk bengkel lagi ketika hampir menempuh 2000KM. hmh.. berarti sekitar 1.5 bulan lagi.
Berarti, saat nanti masuk bengkel kedua gw masih di Indonesia.

Sekarang.. Motor gw agak lebih tinggi,
Suara gak terlalu berisik lagi.
Terima kasih Honda.

Tag Cloud