Saya ingin mencapai 70 Kg

Archive for October, 2007

I’m @ Microsoft Innovation Center University of Indonesia!

Ruangan 3307 di gedung C lantai 3 Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia memiliki nilai sejarah yang tinggi buat cucu-cucu gw nantinya, karena sang kakek banyak menghabiskan waktunya disini: cabut kuliah, main kartu, nonton film, download, ngerjain tugas kuliah, mengembangkan produk EALab, mengikuti kompetisi Project Hoshimi dan Imagine Cup, memberikan dan diberikan tutorial, dan melakukan segala riset tentang dotnet, menjadi tempat tinggal gw di semester akhir.

Saya di MIC UI

1 bulan yang lalu, terakhir kali aku kesini, ruangan 3307 yang merupakan markas besar Microsoft Innovation Center UI tidak sebagus ini loohh..

Advertisements

25 KM dalam 1 jam 10 menit

Kemarin malam mas Firman, tetangga gw sekaligus karyawan dealer Honda tempat gw beli Honda MegaPro, mengantarkan STNK plus plat nomor setelah 2 minggu lebih gw tungguin. Dan akhirnya pagi ini aku berangkat dari komplek kranggan sampai ke kantor gw yang gak jauh dari stasiun KA Tebet. gw lihat jam dan gw lihat kilometer awal gw, supaya gw tahu berapa jauh dan berapa lama perjalanan pertama gw ini.
gw mulai dari kilometer 142 pada pukul 6:23 pagi.
rute yang gw lalui adalah lewat cilangkap ke arah TMII, terus ke jalan raya bogor melewati Hek dan Kramat jati. Pas di PGC, gw ambil jalur ke arah UKI dan lurus terus sampe di Gedung Wika gw belok kiri ngikutin jalur angkot M26 karena biasanya gw naik ini. dan memang jalur M26 yang lewatin komplek ini cukup sepi untuk kondisi pagi hari. tapi pas keluar jalan raya lagi, tetep aja macet. karena beberapa motor diperbolehkan (dipersilakan) oleh pak polisi untuk melewati jalur busway, gw ikutin aja. lumayanlah, jalur busway ini cukup membantu dan pantas untuk gw perhitungkan.
Gw jalan terus sampe ketemu terminal Kampung Melayu. Langsung saja gw belok kiri ke arah Stasiun KA Tebet. setelah ketemu Bank BCA di sebelah kiri, 2 gedung dari situlah Graha SETI tempat gw gawe.
Karena menduga nanti sore akan turun hujan, seperti 2 hari belakangan ini, maka gw parkirkan motor gw di tempat yang teduh dan gak bakal kena hujan.
Kilometer 167 pada pukul 7:33

Itulah perjalanan tejauh yang gw tempuh bersama motor gw.
semoga motor ini terus mendukung pekerjaan gw.
mengantar gw kemanapun gw mau pergi. halah!

Baru beli Honda MegaPro

kalau dulu, bawa motor ke kampus suka dilarang-larang orangtua dengan alasan keselamatan.
(Padahal kan kita sudah terima janji keselamatan ;p )
Sekarang, gw udah bisa kasih alasan ke kantor sering telat kalo ngeteng pake angkot.
Akhirnya, gw diijinin beli MegaPro. CIHUY!!
Honda MegaPro gw

Good bye, freelance programmer.

Apa itu freelancer?
Freelancer adalah seseorang yang mengerjakan profesinya tanpa mengambil komitmen jangka panjang dengan perusahaan.

Mau? Dulu sih gw mau. Sekarang terlanjur dipecut PT dengan upah yang menurut gw lumayan.

Dulu gw mau-mau aja jadi freelance programmer,
yang ada dipikiran gw adalah …
1. Ingin membawa pekerjaan ke rumah.
Bawa kerjaan ke rumah, asiknya kita bikin atur jadwal sendiri, kalo gak mood dan mau bobo ya tinggal masuk kamar, gerah tinggal mandi, lapar tinggal makan, dan semua itu dilakukan tanpa rasa segan kepada siapapun.

2. Tidak ingin terikat kebijakan masuk jam 8 pulang jam 5.

Kadang, kerjaan itu gak mesti dikerjakan dari jam 8 ampe jam 12 terus abis makan siang lanjutin lagi jam 1 ampe jam 5 kaaan? Naah, kita yang tahu, kita yang bikin jadwalnya..
Pas ada temen dateng, bisa maen WE bentar, brengsek2an, tolol2an, abis itu usir dia, kerja lagi kalo mood udah balik.
Atau mau janjian sama si Ira, bukan nama sebenarnya, ya tinggal cabut aja jam berapa aja yang dia mau, senang, bahagia, pulang, kerja lagi.
3. Ingin bertualang dengan mencari-cari proyek besar.

Biasanya, bayaran proyek itu lebih gede jatuhnya dibandingkan dengan uang bulanan di kantor.
Tergantung sih dapetnya dari siapa. Kalau dari software house tentu lebih kecil dibandingkan dari client langsung.
4. Aktualisasi diri.

Sebagai freelancer, sah-sah aja kaan lo ambil 10 proyek sekaligus. mampus tanggung sendiri.
Buat yang workaholic dan emang talented, lo bisa ngebuktiin diri lo ke siapa aja yang ngasih rejeki.
Ambil sebanyak yang lo bisa handle. tapi hati-hati di jalan.
5. Kebebasan.
Di kantor, lo ketemu tiap hari sama atasan, berarti ditolol-tololin juga hampir tiap hari.
Lo akan dipasangkan dengan si anu, dengan anunya si anu. Padahal lo gak suka sama anu.
Terus ditolol-tololin pula sama anu, kadang gak penting dan kadang bukan lo yang kerjain pula.
Kepemimpinan di kantor dipegang oleh atasan lo di kantor tiap hari.
Kepemimpinan lo di rumah lo sendiri yang pegang, pas lagi sendirian sih. Ntar pas janjian ketemu bos, dengan tidak melihat cara kerja lo, bos lo akan menilai HASIL dari pekerjaan lo.
Kalo lo emang gag jago, ya siap2 aja diteriakkin ampe rambut lo kering.
Tapi kalo lo emang jago dan hasilnya OK, mau cara kerja lo sambil nungging2 kek, sambil haha hehe kek, lo aman.

Tapi akhirnya kaan gw masuk, kontrak sih, karyawan PT dengan pertimbangan
1. Dalam jangka waktu yang cukup lama, ada kepastian duit.

Gw gak bakalan berani kredit motor tanpa kepastian.
Gw gak akan berani bikin planning tanpa kepastian.
Merencanakan pengeluaran ke depan, butuh kepastian pendapatan juga.
2. Kalo ketemu calon mertua, gak bingung ditanya ‘udah kerja di mana?’

Kalo gw jadi freelance programmer, gw mungkin jawab “mroyek di A, di B, di C, di D, …. ”
Itu pun kalo dia ngerti gw freelance. kalo gak ngerti, gw mesti jelasin panjang lebar.
Sebenernya kalo orangtua yang faham, gak masalah sih.
Tapi kalau dia adalah orang yang lebih suka ama kerjaan kantoran gimana?

3. Biar di rumah, bisa tidur tenang.

Kalo udah dapet kebijakan masuk jam 8 pulang jam 5, terus ada kebijakan lembur pula, tentunya nyampe rumah bisa tidur tenang. Kalopun masih ada yang belom kelar, itu kaan bukan PR (Pekerjaan Rumah).

Kerjaan jadi freelance programmer tidak begitu mengerikan jika anda punya koneksi bagus dan kemampuan khusus. sekarang, banyak PT yang tidak gampangan mengangkat pegawai, apalagi IT, mereka lebih suka outsourcing ke software house atau ke kita langsung. 3 bulan kelar. putus!

Silverlight project belum ada.. Takut ya?

Sudah gabung milis [it-center], [vacancy], [lowongan-beasiswa]
Tapi sampai sekarang, masih belum ada lowongan yang menyebutkan teknologi Silverlight dalam requirement.
Atau gw yang masih salah masuk milis? Hehehe.. males ah daftar banyak milis.

Apakah IT di Indonesia sudah mengenal Silverlight?
Atau takut dengan Silverlight yang merupakan kemajuan RIA yang paling digembar-gemborkan oleh Microsoft? padahal, Silverlight 1.0 hanya berbasiskan XAML dan Javascript, which is lo bisa buat dengan PHP.

Silverlight 1.0 cross-platform.
Seperti yang saya katakan diatas bahwa Silverlight tidak harus dengan ASP dotnet.
Jika anda pakai Linux (Mono), sudah bisa pakai Moonlightnya juga.

Silverlight cross-browser juga kok. Beruntung buat saya pengguna Firefox.

Toolsnya, seperti yang kita duga, sudah canggih. Maklumlah keluaran Microsoft.
Pada Silverlight 1.0 SDK, sudah ada project template Silverlight 1.0 yang bisa kita install.
Untuk edit XAMLnya, saya pakai Expression Blend untuk pertama kali. kita bisa desain XAML secara drag and drop hanya di Expression Blend.
Tapi perlu diingat bahwa kita tidak harus menggunakan Expression Blend, editor lain bahkan notepad pun bisa kita pakai. Hanya saja, tidak ada drag and drop.

Untuk resource di Indonesia?
Kemarin EAL (Enterprise Application Laboratory) yang lebih dikenal dengan MICnya (Microsoft Innovation Center) di Fakultas Ilmu Komputer UI telah melakukan dan membuat sebuah ebook sederhana tentang membuat aplikasi sederhana dengan Silverlight.
So, untuk skala menengah, minimal sudah ada mereka.

Apalagi yang sebenarnya ditakutkan?

Kalau dibandingkan dengan Adobe Flash (sebagai saingan utamanya di pasar animasi, video, sound dan images), teknologi ini, walaupun tergolong baru, sudah mampu unjuk gigi loh!
Silahkan dibandingkan (karena setiap orang punya penilaiannya masing2 kan?)

Semoga di tahun 2008 akan banyak proyek2 Silverlight bertebaran.

~gwNgomongApaSih?

Good bye, Tedi Kurniadi.

Salah satu rekan kerja sekaligus teman seangkatan di kampus Fasilkom tercinta.
Yakk!! namanya saya sembunyikan (lihat judul dong..)
Setelah satu bulan berkerja, kini dengan sebuah alasan, ia pergi meninggalkan PT. Kontinum Era Artha
Namun gaji bulan itu belum turun entah kenapa.

UPDATED: 4 Mei 2008
T*** K**** menjadi Tedi Kurnadi
PT. K***** menjadi PT. Kontinum Era Artha

Tag Cloud