Saya ingin mencapai 70 Kg

sepenggal chat log masa lalu gw bersama Dewi Devazilphin, calon sastrawati (terkenal?), semasa dia masih kuliah. kalau ngliat chat log yang ini waktu gw ama dia bales-balesan kalimat jijik berseni kayak gini, gw jadi merasa kayak seniman juga ;p kereeen..!! gua biru dan dia merah muda.

Aku menggoreskan namaku dengan tinta emas..dan bukan hanya warnanya yang emas, tapi tinta itu terbuat dari emas silakan menggoreskan namamu dengan apa saja, kapan saja, dan di mana saja.aku menggoreskan namaku di setiap lampu jalan dan setiap kupu kupu yang terbang. lihat sayap mereka..! lihat keindahan kepak mereka, dan lihat ada namaku tertulis di sana. menorehkan keindahan dan kehidupan untuk kau kenang..
torehlah keindahan dan kehidupan untuk mereka kenang.. kupu-kupu tidak mengerti indah dan hidup karena mereka terbiasa terbang di dalamnya. lampu juga tak akan paham karena belum pernah ia rasakan bagaimana hidup itu. goreskanlah pada yang merindukan kehidupan.
lalu perkenankanlah aku menggoreskan namaku di dada setiap anak anak manusia.. yang merindukan kehidupan dan mendambakan senyuman.
lalu perkenankanlah aku menggoreskan namaku di dada seorang anak manusia.. yang merindukan kehidupan dan mendambakan senyuman.
perkenankan aku menorehkan bibit cintaku kepada anak anak manusia yang menatap bulan, menunggu terang yang lama hilang. biar tinta emasku berganti mahkota pada setiap kepala mereka. juga perkenankan aku menorehkan setiap ejaan namaku di jantung hatimu..
perkenankan aku menorehkan bibit cintaku kepada anak manusia yang menatap bulan, menunggu terang yang lama hilang. biar tinta emasku berganti perisai yang melindungi dia saat berjalan dalam kesepian.
kamu berkata “perkenankanlah aku”.. kepada siapa kamu memohon? kepada ilalang menguning di padang luas? kepada suara suara binatang malam? atau kepada perawan yang terbungkus kepompong melekat di bawah daun bunga matahari?
kepada kamu
kepada seorang perawan yang merindukan kehidupan dan mendambakan senyuman.
perawan itu milik keagungan misteri malam, sayang.. kamu seharusnya memohon kepada ilalang menguning di padang luas.. ilalang membuat gatal di kakiku, memohon pada suara suara binatang malam, suara binatang malam memancing gelisah di mimpiku, dan terlebih pada mentari bulan bintang yang mengawasi setiap gerik sang perawan yang berlarian di ladang bebungaan. dan mentari bulan bintang selalu membuatku kaku. mentari bulan bintang yang sudah kawin dengannya bahkan sebelum dia tau apa arti kata itu… kamu memohon pada siapa?
kepada perawan yang tulus hatinya memberikan mahkota di kepalaku, akan mendapatkan pemilik mahkota itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: