Andra & my Backbone

Puasa

Posted in Tentang Kuwait by Andra on September 18, 2008

Bagi non-muslim seperti saya, suasana bulan puasa di timur tengah ga enak, dibanding suasana Jakarta.

Warung makan
Di kuwait, saya biasa memesan semacam keju atau junk-food lainnya untuk makan siang. Di bulan puasa, semua warung makan TUTUP siang hari. Satu-satunya andalan saya adalah warung kecil di pojok gedung dimana saya bisa menemukan roti-roti kecil..

Di Jakarta, hanya beberapa warung yang ditutup secara tidak sempurna. Kain-kain penutup warung cuma sekedar formalitas, padahal aroma masakan kaki pengunjungnya tetap tercium dan terlihat jelas.

Hari pertama, makan di dapur.
Sesuai petunjuk dari tuan office boy,

Andra.. kalau mau makan, makan di dapur. Nanti dilihat orang, maluu

hari pertama puasa saya makan di dapur demi menghormati rekan kantor yang pada umumnya berpuasa. Bahkan, tuan office boy menyajikan teh hangat saya di dapur.

eugh! Lebih baik saya menahan malu, ketimbang menikmati suasana makan di dapur. Akhirnya hari-hari selanjutnya saya nekad saja makan di tempat biasa.

Transportasi
Sangat sulit menemukan Taxi pukul 6 sore.
Padahal angkot jakarta masih beredar sore hari. Bahkan, sopirnya satu suku sama saya (batak).

Ucapan Ramadahan, Poster, Iklan layanan masyarakat
Entah apa arti sebenarnya dari Ramadhan Kareem yang saya temukan di bulan puasa, bagi saya seperti menggantikan kata-kata selamat menunaikan ibadah puasa. Tapi jaraaang sekali. Tidak seperti menemukan ucapan selamat berpuasa di pojok-pojok Jakarta.

Saya kangen dengan poster-poster kreatif A Mild, permainan kata-kata lucu seperti itu tidak ada di Kuwait (lebih tepatnya, tidak ada yang berbahasa inggris)

Buka puasa bersama teman-teman
Yang paling saya lewatkan adalah buka puasa tahunan bersama teman-teman kuliah :(

Tagged with: , ,

Leave a Reply